- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Mencari Sosok Gimin
Rp 75.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Cerpen |
Penulis: Sukoharjo Satupena
Mencari Sosok Gimin
Aku menghapus air mataku. Tak terasa sudah tiga tahun aku hidup dalam lumpur di pinggiran
kota Solo bagian timur. Usiaku memang belum genap dua puluh tahun, aku masih sangat muda
untuk kembali ke jalan yang benar dan malaikat yang menjemputku belum juga datang. Ada
sebersit rasa cemas di sudut hati tapi aku harus tetap optimis suatu saat akan datang juga
malaikat itu.
Beberapa minggu setelah tamu dari Jakarta itu datang, perutku sudah mulai buncit, layaknya
orang yang hamil tua, aku menunggu hari kelahiran jabang bayi yang kukandung dengan harap-
harap cemas. Bu Sumi semakin menjauhiku, aku dikatakan perempuan goblok. Biarlah, semua
ini memang salahku! Hanya kepada kang Gimin aku bisa berbagi duka.
“Tenangkan saja hatimu, hadapi saja hari-hari menjelang persalinan dengan gembira agar
bayimu sehat” ujar kang Gimin menyejukkan hati.
“Tapi nanti siapa yang akan mengantarkanku ke rumah sakit atau bidan?”
“Tenang saja, di kampung sebelah ada seorang bidan yang biasa membantu persalinan orang-
orang dari kampung Silir. Bu bidan menarik biaya persalinan semampu kita saja!” Lagi-lagi
jawaban kang Gimin menyejukkan hatiku.
Akhirnya hari yang menakutkan itu datang juga. Di kamar sebuah rumah bersalin aku berjuang
seorang diri menghadapi hidup atau mati. Hanya kang Gimin yang menunggu di luar. Setumpuk
masalah telah membayangi hari-hari yang akan kulalui di rumah penampungan bu Sumi.
Apakah aku masih akan diperlakukan dengan baik seperti perempuan lain yang berada di
bawah asuhannya?
Bayi merah di pangkuan kucium penuh perasaan kasih. “Sungguh malang nasibmu, Ndhuk …
aku sendiri tidak kenal siapa bapak yang mengukir jiwa ragamu. Maafkan aku sayang, semoga
kelak nasibmu tidak seburuk nasib ibumu ini,” gumamku dengan wajah berkaca-kaca. Tidak
sampai sepuluh hari aku menyusui bayiku karena sesuai perjanjian awal, bayi itu harus
kuserahkan kepada ibunya kang Gimin untuk dibesarkan dan diasuh di desanya kang Gimin.
Sebuah desa di lereng Lawu.
Mencari Sosok Gimin
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 885 kali |
| Diskusi | 1 komentar |
Kisah di Balik Pandemi
Pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia. Makhluk kecil itu telah merenggut jutaan nyawa manusia. Covid-19 telah melumpuhkan berbagai aspek kehidupan. Perekonomian, pariwisata, perhubungan, industri, pendidikan dan sektor lainnya. Corona Virus Disease 2019 ( Covid – 19) berasal dari Wuhan China telah membuat orang yang terpapar hilang rasa dan penciuman, demam, batuk, sesak nafas, diare,…
Rp 55.000Teror dari Makassar
Tiba-tiba kekasihku yang ada di Makassar menelepon. Pagi tadi baru saja kami bertengkar. Jika itu terjadi lagi justru aku merasakan teror yang sesungguhnya. Dua bulan lagi kami punya rencana menikah. Jika aku nanti mengikutinya ke Makassar jangan ada yang beranggapan Sukoharjo kurang aman. Itu terjadi dikarenakan aku harus mengikuti keluarga baruku karena selama ini aku…
Rp 65.000 Rp 70.000Walaupun Masa Lalu Tapi Itu Kenanganku
Walaupun 2024 akan berlalu, namun di sana terukir kenanganku. Kenangan penuh rasa cinta, ada suka maupun duka. Dari masa lalu kita bisa belajar menjadi lebih baik dan terus maju. Terima kasih 2024 dan selamat datang 2025 yang lebih cerah.
*Harga MulaiRp 37.000
Pak Gilang Dicari Polisi
Hari berikutnya berita tentang Pak Gilang sudah menyebar ke pelosok kampung Ciracas. Semenjak didatangi polisi rumah Pak Gilang tampak sepi. Sementara itu mobil-mobil yang biasanya dipajang di garasinya yang luas tidak kelihatan. Pak Gilang dan keluarganya seakan raib ditelan bumi. “Pak, Pak, ada berita tentang Pak Gilang. Coba lihat ini!” teriak Duta dari kamarnya. Anak…
Rp 82.000Janji Setia di Watu Plenuk
Aku menunggu Lastri di Watu Plenuk dengan harap-harap cemas. Untunglah beberapa saat kemudian Lastri datang. Aku pun mulai mengobrol dengan Lastri layaknya orang yang sedang jatuh cinta. Menjelang berpisah hatiku merasa sedih dan hampa. “Lastri, sebelum berpisah, jujur kukatakan aku suka sama kamu. Maukah kamu jadi pacarku?” Entah keberanian itu darimana datangnya. Aku tiba-tiba merasa…
Rp 55.000Dua Pagi Dua Ayat
Dua penulis. Dua dunia. Satu kumpulan cerita yang menyentuh relung hati paling dalam. Melalui Dua Pagi Dua Ayat, Nuryadikartono dan Mariza sengaja membangun dua semesta narasi yang berbeda namun sama-sama memikat. Antologi ini adalah tentang pertemuan, perpisahan, pencarian, dan keberanian untuk kembali—kepada seseorang, pada sebuah tempat, atau kepada diri sendiri. Dari hiruk-pikuk kehidupan kantor, viralitas…
Rp 54.000
Buku kumcer pertama Sukoharjo Satupena ini terbit di tengah gonjang-ganjing pengurusan ISBN di Perpusnas. Membuka jalan bagi terbitnya tiga buku yang terbit belakangan
30 Desember 2023 | 4:07 pm