- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Papan Penunjuk Arah
Rp 48.800| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Cerpen |
Papan Penunjuk Arah
Papan Penunjuk Arah
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 318 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tumbuh di Tanah Baru
Gamalama tak pernah menjanjikan hidup tenang. Tapi di lereng gunung berapi itu, Johan Rumangkang dan Lina Wurangian belajar satu hal, cinta sejati adalah bertahan seperti pohon cengkeh tua, akarnya mencengkeram batu vulkanik, tetap berbuah meski diterpa banjir lahar. Kisah mereka jadi cerita warga –pendatang yang mengubah abu jadi pupuk, air mata menjadi penyiram harapan. Selama…
Rp 53.000Cerita Sebuah Sungai
Seusai upacara Proklamasi Kemerdekaan, bupati dan rombongan dengan menumpang kendaraan yang bagus-bagus datang berkunjung ke Kali Winongo. Setelah berpidato bupati menggunting pita menandai peresmian jembatan kerangka baja yang menghubungkan Desa Winongo dengan wilayah lain. Jembatan tersebut dinamakan Jembatan Nimas Siti Markonah, sesuai dengan nama warga Winongo terakhir yang hanyut dan kemudian mengilhami pembangunan jembatan itu….
Rp 60.000 Rp 65.000Pak Gilang Dicari Polisi
Hari berikutnya berita tentang Pak Gilang sudah menyebar ke pelosok kampung Ciracas. Semenjak didatangi polisi rumah Pak Gilang tampak sepi. Sementara itu mobil-mobil yang biasanya dipajang di garasinya yang luas tidak kelihatan. Pak Gilang dan keluarganya seakan raib ditelan bumi. “Pak, Pak, ada berita tentang Pak Gilang. Coba lihat ini!” teriak Duta dari kamarnya. Anak…
Rp 82.000Teruntuk Jodohku di Masa Depan
Buku ini adalah kumpulan doa yang ditulis diam-diam, rindu yang diselipkan dalam kata, dan harapan yang belum bernama. “Untuk Jodohku di Masa Depan” menghadirkan suara-suara hati tentang menunggu, memantaskan diri, dan percaya bahwa setiap pertemuan memiliki waktunya sendiri. Jika kelak kita bertemu, semoga kata-kata ini lebih dulu menyapamu.
Rp 25.000Wiyata Amarta
Dagangan yang dibawa ke kampus punya tetangga sekitar rumah kosnya. Sumi tidak memiliki rasa malu karena keinginan yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya. (Tabah Membawa Hadiah) Perlahan Mira membuka layar ponsel. Tampilan di layar membuat hatinya berdesir. Telah bertumpuk pesan masuk. Ditekannya ikon bergambar foto keluarga mereka untuk memeriksa obrolan di dalamnya. (Nenek akan Menjual Rumah…
Rp 80.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.