- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
BLOG
Di sini Anda akan mendapatkan ulasan - ulasan buku terbaik yang diterbitkan oleh Gapura Pustaka
Kritik Puisi Tentangmu, Nayanika – Rhez dari Literary Haven Community
Diposting oleh admingapuraTentangmu, Nayanika Aduhai Puan bermata sayu Pendar lilin malam ini terlihat syahdu Ada kilauan cinta di matamu Sebisik detak alunan rindu Kau wanita puisi; abadi Lengkung senyummu sekelebat diksi Semangat nan bara dikepal pasti Semusim tabah seindah pelangi Ada tawa yang menyala Ada tangis yang merana Ada duka diredam paksa Pahit pula kau bebat–tertutup sempurna…
SelengkapnyaKritik Puisi Pengagum Rahasia – Starla
Diposting oleh admingapuraPengagum Rahasia Waktu terus berputar, perlahan kamu mulai mendekat, aku yang telah dibuat bingung oleh nya Apa maksud mu? Aku tak paham, aku hanya pengagum rahasia mu yang mungkin akan terlihat seperti debu Debu yang kian banyak, terus mengusik ruang yang telah kosong perlahan Terima kasih karna telah memberi ku kesempatan untuk menjadi debu yang…
SelengkapnyaKritik Puisi Cinta Terhalang Restu – Adzkiyathar dari Cahaya Pena Community
Diposting oleh admingapuraCinta Terhalang Restu Kita pernah mengukir kisah cinta Saling menggenggam tangan meluapkan rasa Kamu selalu ku sebut dalam bait doa Meminta akan sebuah takdir cinta Nyatanya, cinta kita terhalang restu Adat kita tak bisa bersatu Kamu tetap milik ibumu Bahkan waktu tak akan bisa memisahkan kenyataan itu Terima kasih atas kisah yang terukir indah Kini,…
SelengkapnyaKritik Puisi Dia yang Kunanti – Andini dari Komunitas Cahaya Pena Community
Diposting oleh admingapuraDia yang Kunanti Di tepian rindu yang tak bertepi, kutunggu hadirmu tanpa lelah. Bagai senja menanti fajar kembali, meski gelap merayap dengan resah. Kau adalah angin yang berhembus pelan, membawa harapan dalam sunyi. Meski langkahmu tak kunjung datang, aku tetap setia di sini menanti. Malam bertanya, kapan kau tiba? Bintang pun redup tanpa jawab. Namun…
SelengkapnyaKritik Puisi Bersemi di Matamu – Dian Wulan dari Perkumpulan Anak Literasi
Diposting oleh admingapuraBersemi di Matamu setelah malam pertemuan itu aku memberanikan diri untuk menyusun butiran harapan yang akan tersulam cinta kita —ia akan berlabuh pada pelukmu dan pada matamu yang teduh itu bolehkah aku tetap bersemi? hingga musim yang terus berganti aku ingin kaumemaknai cinta dan gemuruh dada ini, kala senyummu merenggut sinar pada bintang-bintang di langit…
SelengkapnyaKritik Puisi Ke’renjana’an – Abd Razzaq dari Goresan Tinta Pemula
Diposting oleh admingapuraKe’renjana’an Riuh Gelombang, Sampaikan Fajar.. Mentari Pagi, Datangkan Petang.. Aku Menangis Di Samping Pohon.. Sore Hingga Malam.. Cinta Membuat Ku Yakin, Tentang Hidup Dan Kekecewaan.. Orang-Orang Sangat Sibuk, Berbisik Angin.. Aku Menghembus Bisik, Di Dalam Hati Yang Ter-Goda.. Cinta Yang Asik Adalah Do’a.. Batin Yang Berisik Adalah Surga Dan Neraka.. Aku Melambai Nurani.. Mengejar Pahala…
SelengkapnyaKritik Puisi Asmara Cinta – Juita Putri Utami dari Komunitas Rumah Keluarga Wijaya
Diposting oleh admingapuraAsmara Cinta Rasaku tiada pernah sirna Terpaut hati dalam alunan nada Melodi berkasih memeluk cinta Nyatanya cinta memberi luka Dirimu tak dapat ‘ku miliki ‘Ku hanya bisa mengagumi Rindu tersimpan di dalam hati Biarkan cinta ini sampai nanti ‘Ku rangkai syair cinta dalam rasa Asmara cinta penuh luka lara Hatiku sakit jiwaku merana Berharap ‘ku…
SelengkapnyaKritik Puisi Munafik – Balqis dari Komunitas Freedom Literacy
Diposting oleh admingapuraMunafik Dalam seonggok jasad paruh baya, Ada berkas semangat dan ria. Ada bentak bentuk dari sebuah penantian, yang ia kejar dengan kegebu-gebuan yang menikamnya dalam-dalam. Tak ada lagi luka, berdarah, atau lebam-lebam. Kini hanya tinggal nyeri, Hanya tinggal menanti. Mimpinya besar akan bisa mempertahankan si buah hati, Tapi semua itu dikalahkan oleh harapnya pada…
SelengkapnyaKritik Puisi Lirihan Doa – Iris dari Komunitas MLI
Diposting oleh admingapuraLirihan Doa Bermanja pada semesta Angin berdersik mengelabui Suara dengung menggaung Untai harap di jeda napas Kepada Yang Maha Cinta Inikah jawab darimu langit? Akan badai yang kuterima Derap berat sesak Enggan berisik, aku tercekik Cerita jadilah buih Angan pun tak berhak Hari-hari kurajut mimpi Yakin atas pengabulannya Aku menyerah memintamu … Sebab cinta-Nya…
SelengkapnyaKritik Puisi Seisi Alam Semesta – Fatimah Nisrin dari Komunitas GENETRI
Diposting oleh admingapuraSeisi Alam Semesta Masihkah ada cara untuk kita bahagia? Waktu seakan berlari Bayanganku kembali ke masa kecil dulu Saat dengan lugu kubayangkan bulan mendorong sang mentari berputar-putar pasrah Mengikuti banyak cerita Antara gelap dan terang Malam yang begitu tenang Walau banyak kejahatan mengintai Menutup pancaran siang yang selalu ramai dikelilingi hiruk pikuk bermacam kebaikan Di…
Selengkapnya