- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Materi Puisi Akrostik, 4 Cara Mempelajarinya Secara Singkat

Materi puisi akrostik mulai pengertian, jenis, macam macam, analisis dan contoh untuk memudahkan para penulis pemula dalam mempelajarinya
A. Pengertian Puisi Akrostik
Bersumber dari situs Balai Bahasa Jateng Kemdikbud, pengertian puisi akrostik adalah salah satu bentuk puisi yang huruf awal dan akhir setiap larik dapat dibaca secara vertikal membentuk kata atau kalimat tertentu. Pemilihan kata tersebut dapat ditentukan secara bebas.
Menurut Kartini dalam buku Puisi Akrostik: Cara Mudah Membuat Puisi oleh Eka Maharani Putri, akrostik berasal dari bahasa Yunani yaitu akrostichis yang berarti sajak dengan huruf awal baris menyusun sebuah kata atau kalimat.
Puisi akrostik berbeda dengan puisi lain karena huruf-huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal atau dari atas ke bawah. Pola rima dan jumlah barisnya dapat bervariasi karena puisi akrostik lebih dari puisi deskriptif yang menjelaskan kata yang terbentuk.
BACA JUGA: Puisi Akrostik: Pengertian, Jenis, Contoh
Puisi Akrostik memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan puisi lain. Keunikan tersebut terdapat ada ciri-ciri nya yang dijabarkan sebagai berikut:
1. Huruf awal setiap baris membentuk suatu kata atau kalimat yang dapat dibaca secara vertikal.
2. Memiliki pola rima dan jumlah baris yang bebas atau bervariasi.
3. Setiap huruf awal baris ditulis dengan huruf kapital.
4. Isi puisi menjelaskan atau mendeskripsikan makna kata yang berbentuk dari huruf awal baris.
5. Adanya keterkaitan antara judul puisi dengan pola kata atau kalimat yang terbentuk.
6. Pola kata dan isi puisi harus saling berhubungan.
BACA JUGA: Materi Konkret Puisi, 5 Hal Ini Harus Dipelajari Penulis Pemula
B. Jenis-jenis Puisi Akrostik
1. Akrostik Kata
Akrostik kata adalah akrostik yang hanya fokus pada satu huruf menjadi kata.
Contoh:
DUIT
(D)oa
(U)saha
(I)khtiat
(T)awakal
2. Akrostik Larik
Akrostik larik adalah akrostik hanya fokus satu huruf menjadi satu larik larik.
Contoh:
Rindu
(R)asa menari di atas air
(I)zinkan mata terus mengalir
(N)an tiada mampu menahan gejolak
(D)erita rindu terus melonjak.
(U)sai cerita tak terus menanjak.
3. Akrostik Bait
Akrostik bait adalah akrostik yang fokus satu huruf menjadi satu bait puisi.
Contoh:
CINTA
(C)aramu memandangku tak biasa
seperti ada sebuah rasa
tak seperti kau memandang lainnya
inikah yang dinamakan cinta?
(I)ngin kubertanya padamu
namun aku malu
lidahku terasa kelu
setiap kali menatapmu
(N)uraniku semakin terusik
kau sungguh teramat cantik
tutur kata lembut dan asyik
tak ada yang tak menarik
(T)api masih saja aku diam membisu
lidahku makin terasa kelu
tak kuasa mengatakan isi hatiku
tentang rasaku padamu
(A)kankah hal ini terus begini
abaikan sinyal cinta di hati
aku harus beranikan diri
agar tak menyesal nanti
BACA JUGA: Puisi Berantai: Pengertian, Jenis, Ciri Ciri, Cara Membuat dan Contoh
4. Double Akrostik
Double Akrostik adalah susunan verital ke bawah huruf awal dan memiliki akhiran sama seperti judul.
Contoh:
MATI
(M)asa terus menika(m)
(A)sa makin membar(a)
(T)atapan kosong bersahaba(t)
(I)ndah dunia seperti ibu jar(i)
5. Akrostik Terbalik
Akrostik terbalik adalah susunan akrostik berbeda dengan akrostik yang lain. Yaitu, akrostik yang dimulai penyusunan huruf dari bawah ke atas.
Contoh:
PADI (IDAP)
(I)ndah ditatap
(D)ada pun berisi
(A)ku semakin menunduk
(P)adamkan gemuruh terkutuk.
6. Akrostik Tengah
Akrostik Tengah adalah, susunan akrostik yang terdapat di tengah larik dengan tandai kurung buka “()” pada hurusf yang dimaksud untuk memudahkan pembaca menemukan akrostiknya.
Contoh:
KISAH
Kutulis (k)isahmu pada lembaran hitam
Kau laksana rembulan memeluk (i)klim lewat selimut malam
Biarkan pintu (s)yahdu mengetuk hatimu.
Akan datang bisikan (a)sa sebelum merajut
Benang merah menjadi (h)ari yang terbujuk.
BACA JUGA: Ilmu Pengantar Puisi: Pengertian dan Jenis
C. Langkah Membuat Puisi Akrostik
1. Menentukan Judul Puisi
Untuk menentukan judul puisi, kamu bisa menggunakan kata-kata yang familiar atau sering digunakan. Misalnya, nama benda yang ada di sekitar kalian atau nama kalian sendiri. Kata tersebut nantinya yang akan disusun pada awal baris.
2. Mengurutkan Judul Secara Vertikal
Setelah menentukan judulnya, kamu bisa menuliskan setiap huruf dari kata tersebut pada judul puisi dan sebagai huruf awal pada setiap larik atau baris nya secara vertikal. Misalnya
3. Menulis Larik Puisi
Langkah selanjutnya adalah menulis larik atau baris puisi dengan diksi sesuai huruf yang sudah tersusun. Kamu bisa mencari kata atau awal huruf yang dapat menjelaskan tentang judul.
4. Menyunting
Setelah menulis, kamu bisa menyunting puisi akrostik tersebut untuk membuatnya lebih padu dan sesuai agar menjadi lebih enak dibaca.
D. Contoh Puisi Akrostik
Judul : Gitar
(G)elora melodi membelai jiwa,
(I)ndah seruling, suara merdu mengalun.
(T)ersusun senyum saat petikan menyapa,
(A)jaibnya nada, mengiringi langkah.
E. Analisis Puisi Akrostik
1. Bentuk Akrostik
Puisi ini mengikuti bentuk akrostik dengan setiap baris diawali oleh huruf-huruf yang membentuk kata “GITAR”. Puisi ini termasuk ke dalam jenis puisi akrostik larik.
2. Imaji dan Bahasa
Puisi ini menggunakan bahasa yang indah untuk menggambarkan keindahan melodi gitar. Penggunaan kata-kata seperti “gelora melodi” dan “suara merdu mengalun” menciptakan gambaran audiovisual yang memikat.
3. Rima dan Ritma
Meskipun tidak mengikuti pola rima yang konsisten, ritma puisi ini tetap mengalir secara harmonis. Penggunaan kata-kata yang bersuara seperti “gelora” dan “mengalun” memberikan kesan ritmis dan menggugah.
4. Makna
Puisi ini merayakan keindahan dan keajaiban melodi yang dihasilkan oleh gitar. Setiap baris menyampaikan kekaguman terhadap alunan suara gitar yang mampu membelai jiwa dan menyulut emosi.
Tags: puisi, puisi akrostik
Materi Puisi Akrostik, 4 Cara Mempelajarinya Secara Singkat
5 Cara Menemukan Gaya Kepenulisan dalam Puisi
Diposting oleh admingapuraA. Pengertian Gaya Kepenulisan Gaya kepenulisan merupakan pilihan kata-kata, struktur kalimat, dan struktur paragraf, yang digunakan dalam menyampaikan makna secara efektif, selain unsur-unsur penting lainnya yang berisi ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Kelompok unsur pertama dinamakan aturan, pedoman, atau elemen. Sedangkan kelompok selanjutnya dinamakan gaya atau retorika. Kelompok unsur pertama berupa aturan-aturan, yakni berkaitan…
SelengkapnyaMajas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Analisis
Diposting oleh admingapuraA. Pengertian Majas Majas atau biasanya dikenal gaya bahasa, yaitu pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. BACA JUGA: Bagaimana Cara Menentukan Jenis Puisi Sebagai Ciri Khusus Seorang Penyair?…
SelengkapnyaLirik Lagu Yalil Yalili Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Diposting oleh admingapuraLirik lagu yalil yalili Bahasa Arab, latin dan artinya atau terjemahan Bahasa Indonesia yang lagi viral di media sosial mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, YouTube maupun Twitter. Adapun lirik lagu yalil yalili ini memang belakang ini selalu seliweran ataupun FYP di media sosial sehingga membuat banyak orang penasaran tentang artinya dalam Bahasa Indonesia. Lagu ini…
SelengkapnyaMateri Bait dan Baris Puisi Lengkap Contoh dan Penjelasannya
Diposting oleh admingapuraBait dan baris dalam puisi adalah hal biasa yang kita dengar di bangku persekolahan. Hal ini sangat sering diajarkan oleh para guru bahkan dosen sekalipun ketika menginjak di bangku perkuliahan. Namun, yang sering didengar adalah puisi terdiri dari berapa bait dan dalam satu bait terdiri dari berapa baris. Jarang sekali kita mencari tahu apa sih…
SelengkapnyaPuisi Esai: Pengertian, Jenis dan Contoh
Diposting oleh admingapuraA. Pengertian Puisi Esai Puisi esai adalah jenis puisi yang menggabungkan unsur-unsur esai dengan unsur-unsur puisi. Esai dalam puisi ini berarti adanya penjelasan atau pemikiran yang lebih panjang dan terstruktur, seperti yang biasa ditemukan dalam tulisan esai. Namun, esai dalam puisi tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga diekspresikan melalui bahasa puisi yang indah dan kreatif….
SelengkapnyaKritik Puisi Lirihan Doa – Iris dari Komunitas MLI
Diposting oleh admingapuraLirihan Doa Bermanja pada semesta Angin berdersik mengelabui Suara dengung menggaung Untai harap di jeda napas Kepada Yang Maha Cinta Inikah jawab darimu langit? Akan badai yang kuterima Derap berat sesak Enggan berisik, aku tercekik Cerita jadilah buih Angan pun tak berhak Hari-hari kurajut mimpi Yakin atas pengabulannya Aku menyerah memintamu … Sebab cinta-Nya…
SelengkapnyaJangan Tinggalkan Jumat: Panduan Ringkas Sholat Jumat Mazhab Syafi’i
Jangan Tinggalkan Jumat: Panduan Ringkas Sholat Jumat Mazhab Syafi’i hadir sebagai panduan praktis bagi setiap muslim yang ingin memahami dan melaksanakan Sholat Jumat sesuai tuntunan fikih Mazhab Syafi’i. Disusun berdasarkan rujukan klasik Fathul Mu’in dan penjelasan para ulama Syafi’iyyah, buku ini mengupas berbagai aspek penting seputar Sholat Jumat dengan bahasa yang sederhana, sistematis, dan mudah…
*Harga Hubungi CSA Handbook of GENRE-BASED WRITING
A Handbook of Genre-based Writing merupakan buku ajar yang digunakan dalam mata kuliah Genre-Based Writing. Buku ini juga dapat digunakan sebagai buku pegangan bagi praktisi dan masyarakat umum yang tertarik belajar menulis Bahasa Inggris. Buku ini dilengkapi dengan materi yang dapat membantu memahami dan meningkatkan kemampuan menulis Bahasa Inggris. Materi yang tersedia dalam buku ini…
Rp 72.000Duet Combo: Numbered Heads Together (NHT) dengan Media Grafis pada Siswa Sekolah Dasar
Siswa sulit konsentrasi? Kelas sering gaduh? Bisa jadi, murid sudah bosan dengan cara Anda mengajar yang monoton atau cara mengajar yang Anda gunakan tidak sesuai dengan kondisi kelas. Sudah saatnya Anda coba cara baru dengan mengganti variasi mengajar, karena salah satu kunci keberhasilan transfer ilmu adalah pemilihan model, metode, dan media yang tepat. Buku ini…
Rp 50.000Dakwah dalam Lensa Sosiologi
Buku ini mengajak pembaca menyelami wajah Islam Nusantara yang hidup, membumi, dan menyatu dengan budaya masyarakat. Melalui berbagai kajian lapangan—mulai dari lapangan Rotib Al-Athas di Grogol, tradisi Pagar Nusa, kegiatan mu’alimin di desa, Suroan masyarakat Jawa, khataman Al-Qur’an di pesantren, hingga dakwah moderat Nabi Muhammad SAW melalui Piagam Madinah—buku ini menampilkan bagaimana agama berfungsi sebagai…
Rp 80.000 Rp 85.000Profesi Keguruan: Menjadi Guru Profesional
Buku Profesi Keguruan: Menjadi Guru Profesional menghadirkan analisis komprehensif mengenai dinamika, tantangan, dan arah penguatan profesi guru di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Di era ketika pendidikan dituntut menghasilkan manusia berkarakter, kreatif, dan adaptif, guru diposisikan sebagai ujung tombak pembentukan generasi masa depan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa guru masih menghadapi beragam persoalan,…
Rp 55.000
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.