- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Puisi Akrostik: Pengertian, Jenis, Contoh

Materi puisi akrostik meliputi pengertian, ciri ciri, jenis, cara membuat dan contoh yang dilengkapi pembahasan yang dapat mempermudah penulis
A. Pengertian Puisi Akrostik
Puisi akrostik adalah jenis puisi yang menggunakan huruf-huruf awal yang akan diletakkan pada baris awal, tengah, atau akhir dari setiap barisnya untuk membentuk kata atau kalimat tertentu. Huruf-huruf tersebut, ketika dibaca secara vertikal (ke atas taua ke bawah), akan membentuk kata yang memiliki hubungan dengan tema atau pesan yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut.
Dalam puisi akrostik, setiap baris dapat berfungsi sebagai kalimat atau frasa yang berdiri sendiri, ketika digabungkan secara vertikal maka membentuk kata yang memiliki makna tambahan. Puisi akrostik bisa menggunakan nama seseorang, kata-kata kunci, atau tema tertentu sebagai acuan untuk membentuk akrostik.
BACA JUGA: Puisi Prosa: Pengertian, Jenis, dan Contoh
Ciri-Ciri Puisi Akrostik
- Menggunakan huruf-huruf awal: Puisi akrostik ditandai dengan penggunaan huruf-huruf awal dari setiap barisnya untuk membentuk kata atau kalimat tertentu. Huruf-huruf ini, ketika dibaca secara vertikal, akan membentuk akrostik yang memiliki makna tambahan.
- Terdapat pesan tersembunyi: Puisi akrostik sering kali memiliki pesan tersembunyi atau kata-kata yang tersembunyi di dalamnya. Pesan ini dapat berhubungan dengan tema atau pesan yang ingin disampaikan dalam puisi tersebut.
- Kreatif dan inovatif: Puisi akrostik menuntut kekreatifan dan inovasi dalam menulisnya dengan sesuai pada tema yang ingin disampaikan kepada para pembaca secara jelas dan bermakna.
- Menggabungkan makna horizontal dan vertikal: Puisi akrostik menggabungkan makna dari baris-baris secara horizontal, yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat atau frasa, dengan makna dari akrostik yang terbentuk secara vertikal. Hal ini menciptakan dimensi tambahan dalam puisi dan memberikan kesan yang lebih dalam.
- Fleksibilitas dalam panjang puisi: Puisi akrostik dapat memiliki panjang yang bervariasi, tergantung pada kata atau kalimat yang ingin dibentuk sebagai akrostik.
BACA JUGA: Ilmu Pengantar Puisi: Pengertian dan Jenis
Cara Membuat Puisi Akrostik
- Tentukan tema atau kata kunci: Pilih tema atau kata kunci yang ingin kamu gunakan sebagai acuan dalam membuat puisi akrostik. Misalnya, jika tema kamu adalah “cinta”, maka huruf-huruf awal dari setiap baris akan membentuk kata “cinta” secara vertikal.
- Buat daftar kata yang berhubungan: Buat daftar kata-kata yang berhubungan dengan tema atau kata kunci yang kamu pilih. Ini akan membantumu dalam menemukan kata-kata yang sesuai untuk setiap baris puisi.
- Tentukan jumlah baris: Tentukan jumlah baris yang ingin kamu gunakan dalam puisi akrostik. Kamu dapat menggunakan beberapa baris atau lebih, tergantung pada keinginanmu.
- Mulailah menulis: Mulailah menulis puisi dengan menggunakan kata-kata dari daftar yang telah kamu buat. Pastikan setiap baris dimulai dengan huruf yang sesuai dengan akrostik yang ingin kamu bentuk. Usahakan untuk mengungkapkan perasaan atau pesan yang ingin kamu sampaikan melalui kata-kata yang kamu pilih.
- Periksa dan perbaiki: Setelah menulis puisi akrostik, periksa kembali apakah akrostik yang terbentuk jelas dan sesuai dengan tema atau kata kunci yang kamu pilih. Jika perlu, lakukan perbaikan atau pengeditan untuk meningkatkan kejelasan dan keindahan puisi.
- Berikan sentuhan kreatif: Jika ingin memberikan sentuhan kreatif tambahan, kamu dapat menggunakan gaya bahasa, perumpamaan, atau metafora untuk membuat puisi lebih menarik dan berkesan.
- Bacakan puisi: Bacakan puisi akrostik yang telah kamu buat untuk mendengarkan alur dan irama kata-kata. Ini akan membantumu mengevaluasi apakah puisi terdengar harmonis dan memiliki efek yang diinginkan.
Jenis Puisi Akrostik dan Contohnya
1. Akrostik Kata
Akrostik kata adalah puisi yang berisi hanya satu kata, mengembangkan huruf menjadi kata.
Contoh: HUJAN
(H)arapan
(U)ntuk
(J)anapada
(A)sa
(N)estapa
2. Akrostik (Larik)
Akrostik larik adalah puisi yang menguraikan huruf menjadi larik-larik.
Contoh: LUKA
(L)uapan amarah padam seketika
(U)ntaian rindu tak jua sirna
(K)ering bak kemarau lama
(A)ngan yang hilang oleh luka yang berulang
3. Akrostik (Bait)
Akrostik bait adalah puisi yang menguraikan huruf pada judul puisi menjadi bait.
Contoh : DENDAM
(D)erai deras hujan, tak mampu lagi meredam amarah, ataupun membiasakan asa yang kau abaikan dengan sengaja
(E)ngkau datang dan pergi berulang kali bahkan mungkin tak terhitung oleh jari
(N)amun, bukan lagi tentang menanti ataupun menunggu waktu yang berbalik hati
(D)erita ini sudah tak bisa aku tepis hanya karena cinta yang terus tak bertepi
(A)ngan sudah tak mungkin kuperjuangkan lagi dalam setiap lantunan do’a berbait
( M)encintaimu, kuibaratkan bara api yang mampu menyala dan menimbulkan api
4. Double Akrostik
Double Akrostik adalah puisi yang awal dan akhir larik dengan huruf yang sama.
Contoh : AKU
(A)ndai semua ras(a)
(K)upegeng erat tangan reta(k)
(U)ntukmu akan selalu kupersembahkan rind(u)
5. Akrostik (Terbalik)
Akrostik Terbalik adalah puisi yang menguraikan huruf dari judul puisi dengan posisi terbalik (dari bawah ke atas)
Contoh: MALU (ULAM)
(U)ntukmu yang berjubah merah
(L)antunan merdu di setiap makna yang berayat
(A)ku menaruh asa
(M)enunggu waktu menuju celah yang tak akan terbelah
6. Akrostik Tengah
Akrostik Tengah adalah puisi yang penguraiaan akrostiknya berada di tengah dengan ditandai tanda kurung, dengan bermaksud pembaca dapat mengenali akrostinya.
Contoh: AIR
Biarkan saja (a)ir mengalir sesuai tekanannya
Biarkan saja genangan itu hasil dari (i)lustrasi
Karena (r)indu tak selalu berujung pada mahligai sukma yang bersimpul.
Tags: puisi, puisi akrostik, Sekolah Puisi
Puisi Akrostik: Pengertian, Jenis, Contoh
Kritik Puisi Dia yang Kunanti – Andini dari Komunitas Cahaya Pena Community
Diposting oleh admingapuraDia yang Kunanti Di tepian rindu yang tak bertepi, kutunggu hadirmu tanpa lelah. Bagai senja menanti fajar kembali, meski gelap merayap dengan resah. Kau adalah angin yang berhembus pelan, membawa harapan dalam sunyi. Meski langkahmu tak kunjung datang, aku tetap setia di sini menanti. Malam bertanya, kapan kau tiba? Bintang pun redup tanpa jawab. Namun…
Selengkapnya5 Cara Menemukan Gaya Kepenulisan dalam Puisi
Diposting oleh admingapuraA. Pengertian Gaya Kepenulisan Gaya kepenulisan merupakan pilihan kata-kata, struktur kalimat, dan struktur paragraf, yang digunakan dalam menyampaikan makna secara efektif, selain unsur-unsur penting lainnya yang berisi ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Kelompok unsur pertama dinamakan aturan, pedoman, atau elemen. Sedangkan kelompok selanjutnya dinamakan gaya atau retorika. Kelompok unsur pertama berupa aturan-aturan, yakni berkaitan…
SelengkapnyaKritik Puisi Takdir Masih Rahasia – Bulan – Komunitas Dunia C3
Diposting oleh admingapuraTakdir Masih Rahasia Kita berdua seperti bintang yang patah Terhempas jauh dari jalur surga Semesta mengutuk setiap langkah Membiarkan suka menjelma petaka Apa kau dengar tangisan malam? Itu suara kita yang hilang di angkasa Serupa rindu yang terkubur dendam Menyisakan diam di dada terdalam Kita tersesat di lorong waktu Menghitung bulir-bulir bening yang jatuh Sepasang…
SelengkapnyaLirik Lagu Yalil Yalili Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Diposting oleh admingapuraLirik lagu yalil yalili Bahasa Arab, latin dan artinya atau terjemahan Bahasa Indonesia yang lagi viral di media sosial mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, YouTube maupun Twitter. Adapun lirik lagu yalil yalili ini memang belakang ini selalu seliweran ataupun FYP di media sosial sehingga membuat banyak orang penasaran tentang artinya dalam Bahasa Indonesia. Lagu ini…
SelengkapnyaPuisi Bebas: Pengertian, Jenis, Ciri Ciri dan Contoh
Diposting oleh admingapuraPengertian Puisi Bebas Puisi bebas adalah jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan atau pola tertentu. Dalam puisi bebas, penulis bebas berekspresi tanpa harus mengikuti kaidah-kaidah tradisional seperti rima, irama, atau panjang baris yang tetap. Puisi ini memberikan kebebasan kepada penulis untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan imajinasi mereka dengan cara yang unik dan personal. Dengan…
SelengkapnyaKritik Puisi Cinta Terhalang Restu – Adzkiyathar dari Cahaya Pena Community
Diposting oleh admingapuraCinta Terhalang Restu Kita pernah mengukir kisah cinta Saling menggenggam tangan meluapkan rasa Kamu selalu ku sebut dalam bait doa Meminta akan sebuah takdir cinta Nyatanya, cinta kita terhalang restu Adat kita tak bisa bersatu Kamu tetap milik ibumu Bahkan waktu tak akan bisa memisahkan kenyataan itu Terima kasih atas kisah yang terukir indah Kini,…
SelengkapnyaGuru Pertamaku
Tanpamu apalah aku, wahai ibuku terima kasih atas semua jasamu. Kau menemaniku saat bermain, tempat bercerita dan menenangkanku bila menangis ketika berebut alat bermain dengan teman. Meyakinkanku untuk mandiri, belajar jauh dari ibu dan bapak untuk pertama kalinya. Kau bangkitkan semangat belajarku dengan nasehatmu supaya aku lebih berani, itulah ibuku. Ungkapan untuk Ibu dituliskan dengan…
Rp 50.000 Rp 55.000IF ONLY FEELINGS COULD SPEAK
There are words that only dare to exist in the mind. There are feelings left unspoken, yet they continue to live in silence. If Only Feelings Could Speak is a collection of emotions that are deeply felt, yet rarely explained. It is about silence that holds longing. About disappointment that never got the chance…
Rp 55.000Little One
There was an intriguing tale coming from Kelasa Forrest. The tale about of Nala, a cheeky mouse-deer, and Tara, modest turtle. On the other side, a tale of Eli, the kind elephant embarked in the middle of savanna. And when you looked up to the sky, you would likely find Burhan, an owl, as well…
Rp 25.000Pena: Dari Mereka yang Belajar Tanpa Peta
Adakah yang lebih mengharukan selain melihat mereka yang mampu belajar dan berjuang keras dan tetap bersemangat, sekencang apapun badai menerpa. Sebuah pena yang lahir dari mereka yang bahkan masih tidak tahu ke mana mereka akan melangkah. Mereka yang masih buta arah namun tak mampu menyerah dengan keadaan hadir membawa karya yang suatu saat nanti pasti…
Rp 50.000Biarlah Sajak Berbicara
Sinopsis Kau pikir neraka yang paling panas? Sedang hati terbakar asmara… Apa hanya salju yang paling dingin? Sedang jiwa ini membeku tanpa kekasih Apa hanya bumi yang paling luas? Sedang cinta ini sudah menutupi nya hingga penuh Apa kau fikir permata itu indah? Sedang cinta ini telah membutakanku Kalau begitu apa beda nya debu dengan…
Rp 50.000Inspirasi Islam
Sinopsis: Bagaimana menjadi orang yang bermanfaat itu? Pertanyaan yang pertama kali muncul di benak penulis. Pada satu hari terinspirasi oleh kutipan dari seorang novelis Pramoedya Ananta Toer, yang menyebutkan bahwa “Jika hidupmu ingin lebih panjang dari usiamu, maka tulislah ide/gagasan yang dapat bermanfaat bagi manusia. Dengan demikian hidupmu tidak akan hilang dari sejarah dan tulisanmu…
Rp 35.000
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.