- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
Wiyata Amarta
Rp 80.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Buku Cerpen |
Penulis: Iqbal Maulana
Wiyata Amarta
Dagangan yang dibawa ke kampus punya tetangga sekitar rumah kosnya. Sumi tidak memiliki rasa malu karena keinginan yang kuat untuk mewujudkan cita-citanya. (Tabah Membawa Hadiah)
Perlahan Mira membuka layar ponsel. Tampilan di layar membuat hatinya berdesir. Telah bertumpuk pesan masuk. Ditekannya ikon bergambar foto keluarga mereka untuk memeriksa obrolan di dalamnya. (Nenek akan Menjual Rumah Kami)
“Cita-cita dan harapanmu yang tidak tercapai jangan jadikan ia penghambat cita-cita yang sudah digariskan Allah SWT.” Jawab Ibu dengan wajah yakin. (Memilih untuk Pilihan)
Bagi warga kampung Jati Keramik pasti sudah tak asing dengan sosok Bu Yayah yang baik hati lagi dermawan. Ia yang selalu memberi walaupun kadang beliau hanya punya uang seadanya. (Sang Pelangi dalam Pelukan Ilahi)
Semua terlihat menyeka air matanya dengan lengan baju, dan kami semua kembali menggalang dana sambil sesekali saling bertanya tentang siapa sebenarnya Kakek itu. (Si Tua Rongsok Membuatku Malu)
Tags: Iqbal Maulana, Wiyata Amarta
Wiyata Amarta
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.104 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Mencari Sosok Gimin
Aku menghapus air mataku. Tak terasa sudah tiga tahun aku hidup dalam lumpur di pinggiran kota Solo bagian timur. Usiaku memang belum genap dua puluh tahun, aku masih sangat muda untuk kembali ke jalan yang benar dan malaikat yang menjemputku belum juga datang. Ada sebersit rasa cemas di sudut hati tapi aku harus tetap optimis…
Rp 75.000Upacara Kemajuan
Melalui buku ini kita diajak melintasi ruang dan waktu, merasakan denyut hidup yang berbeda-beda. Mulai dari desa yang sunyi, hingar-bingar politik, hingga renungan personal di balik jendela. Upacara Kemajuan adalah lebih dari sekadar antologi. Ini adalah ruang temu di mana setiap cerita adalah upacara kecil—ritual yang merayakan, memprotes, atau sekadar mengingatkan bahwa hidup selalu bergerak…
Rp 55.000Janji Setia di Watu Plenuk
Aku menunggu Lastri di Watu Plenuk dengan harap-harap cemas. Untunglah beberapa saat kemudian Lastri datang. Aku pun mulai mengobrol dengan Lastri layaknya orang yang sedang jatuh cinta. Menjelang berpisah hatiku merasa sedih dan hampa. “Lastri, sebelum berpisah, jujur kukatakan aku suka sama kamu. Maukah kamu jadi pacarku?” Entah keberanian itu darimana datangnya. Aku tiba-tiba merasa…
Rp 55.000Aku, Sukoharjo dan Suprihatin
Pertemuan seorang pemuda di tempat kursus dengan gadis berwajah oriental, sejak hari pertama telah membuat hatinya terpaut. Ia merasa gadis itu yang akan menjadi jodohnya. Usianya sudah 25 tahun, dia pikir saatnya menikah. Di matanya gadis itu pilihan terbaik. Tapi apa daya dia hanya seorang penganggur yang menggantungkan hidupnya pada orang tua. Apakah perjalanan cinta…
Rp 70.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.