- Selamat Datang di Toko Gapura Pustaka Cepat Murah dan Bersahabat
5 Cara Menemukan Gaya Kepenulisan dalam Puisi

Materi gaya kepenulisan dalam puisi meliputi pengertian dan cara menemukan karakteristik menulis penyair pemula
A. Pengertian Gaya Kepenulisan
Gaya kepenulisan merupakan pilihan kata-kata, struktur kalimat, dan struktur paragraf, yang digunakan dalam menyampaikan makna secara efektif, selain unsur-unsur penting lainnya yang berisi ejaan, tata bahasa, dan tanda baca.
Kelompok unsur pertama dinamakan aturan, pedoman, atau elemen. Sedangkan kelompok selanjutnya dinamakan gaya atau retorika. Kelompok unsur pertama berupa aturan-aturan, yakni berkaitan dengan apa yang sedang penulis tulis, sedangkan unsur kedua, gaya, yakni berkaitan dengan bagaimana yang ditulis oleh penulis.
Saat mengikuti aturan-aturan dari penggunaan tata bahasa, penulis memiliki fleksibilitas yang besar dalam cara mengungkapkan pemikirannya. Setiap penulis pasti memiliki ciri khas tersendiri, penyesuaian gaya menulis tetap diperlakukan agar pesan tersebut tersampaikan dengan pada pembaca. Meskipun hal tersebut biasanya terlihat dari personal penulis, namun rupanya adalah gaya penulisan yang unik dari seorang penulis. Hal ini berdasarkan menurut para sastrawan. Gaya penulisan seorang penulis bisa didapatkan dari berbagai sumber. Misalnya, penulis yang menemukan sendiri gaya penulisannya, maupun gaya penulisan yang didapat dari belajar dengan mentor, atau membaca berbagai karya sastra.
Misal, seorang penulis menulis puisi tentang perasaannya saat itu, maka dia harus menggunakan kemampuan dan gaya menulis deskriptif. Tentu saja hal ini untuk menggambarkan apa yang dia rasakan ketika peristiwa itu terjadi, dan membuat pembaca seolah-olah mengalami kejadian yang serupa dengan penulis tersebut.
BACA JUGA: Ilmu Pengantar Puisi: Pengertian dan Jenis
Adapun poin penting dalam gaya kepenulisan yang baik sebagai berikut :
1. Mengekspresikan pesan-pesan untuk pembaca secara sederhana, jelas, dan meyakinkan.
2. Menjaga fokus dan keikutsertaan pembaca, serta menarik perhatian.
3. Menonjolkan segi kepribadian penulis.
4. Menunjukkan pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan penulis itu sendiri.
Inilah sebabnya gaya penulisan yang baik bisa menghasilkan sebuah karya yang dikenal oleh masyarakat luas.
B. Gaya Kepenulisan Penyair Indonesia
Puisi ialah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan tersendiri. Menurut Else Liliani, puisi adalah ekspresi seseorang yang mampu membangkitkan perasaan, juga merangsang imajinasi panca indera. Dengan kata lain, puisi merupakan cara mengungkapkan isi hati, pikiran, dan perasaan seseorang dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang khas dan penuh makna.
Secara umum, puisi jauh lebih pendek daripada karya sastra lainnya, seperti cerpen, novel. Oleh karena itulah, sering dikatakan bahwa puisi menjadi gerbang pertama bagi penulis karya sastra, sebelum menulis karya yang lebih panjang seperti cerpen, novel. Banyak sekali dari penulis Indonesia memiliki puisi kreatif dan berprestasi. Namun, ada beberapa sastrawan yang memang sudah berkarir lebih dahulu, sampai-sampai memperoleh sejumlah penghargaan.
1. Abdul Hadi W. M. Abdul Hadi Wiji Muthari, Sastrawan Asal Indonesia.
Lahir di Sumenep, Madura pada tanggal 24 Juni 1946. Beliau adalah penggemar karya Chairil Anwar dan Amir Hamzah. Karya-karyanya memiliki gaya penulisan berbeda, yakni bernapaskan sufistik terkait penelitiannya dalam Melayu Nusantara, dan pandangannya tentang Islam pluralisme. Sejak kecil, beliau memang lah mengenal banyak bacaan dengan tulisan yang terbilang berat, seperti karya dari Plato, Socrates, Imam Ghazali, Rabindranath Tagore, serta Muhammad Iqbal.
BACA JUGA: Materi Puisi Akrostik, 4 Cara Mempelajarinya Secara Singkat
Adapun karya-karyanya adalah Laut Belum Pasang (1971), Tergantung Pada Angin (1971), Pembawa Matahari (2002), Tuhan Kita Begitu Dekat (2012), dan At Last We Meet Again (1987) yang ditulis menggunakan bahasa Inggris. Selain karyanya sendiri, Abdul telah melakukan sejumlah kolaborasi dengan penyair-penyair lainnya, seperti Darmanto Jatman dan Sutardji Calzoum Bachri. Banyak karyanya yang berisi tentang hakikat kehidupan, bahkan Tuhan. Sebelum mencapai tahapan tersebut, beliau juga melalui sejumlah proses.
2. Mochtar Lubis
Selain memiliki hobi menulis, Mochtar Lubis juga berprofesi sebagai penerjemah, pelukis, dan jurnalis ternama. Tempat lahirnya adalah Padang, dan berasal dari keluarga Batak Mandailing. Sastrawan ini sangatlah populer di kalangan masyarakat pada tahun 1960-an.
Suatu hari, beliau melihat sang ayah yang memukuli seorang kuli kontrak. Alasannya, karena orang tersebut ingin melarikan diri. Bukannya sengaja untuk bersikap kejam, tetapi sang ayah memang harus menjalankan tugasnya. Dari pengalaman itulah, anaknya dapat membuat sebuah karya yang berjudul ‘Kuli Kontrak’. Ayah Mochtar juga tidak ingin anak-anaknya bekerja di bawah pimpinan Belanda. Ia mulai gemar menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar karena ibunya. Sang ibu suka membacakan dongeng, yang kemudian diserap dengan baik olehnya untuk diceritakan kembali kepada kawan maupun kerabat.
Mochtar bekerja sebagai wartawan dalam periode 1945-1952, serta karyawan sebelum menjadi pemimpin redaksi dari Majalah Mutiara.
Di tahun-tahun tersebut, surat kabar yang diberitakan rupanya banyak mendapatkan kritikan. Akhirnya, Mochtar Lubis dipenjara bersama beberapa tokoh politik lainnya selama 2,5 bulan.
Mochtar pernah menulis cerita anak-anak yang kemudian dipublikasikan oleh Surat Kabar Sinar Deli. Karena pandai berbahasa asing, beliau jadi akrab dengan sastrawan dari mancanegara, seperti Manual Pacheco dan Alberto F. Orlandini. Walaupun masih berada di dalam tahanan, beliau masih tetap mendapatkan sejumlah penghargaan dari Magsaysay Journalism, Filipina. Namun, ia juga memperoleh apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Pada tanggal 17 Mei 1966, Majalah Sastra Horizon diterbitkan olehnya setelah bebas dari penjara. Dengan buku kumpulan puisinya, seperti Catatan Dari Camp Nirbaya (Harta Karun dan Bajak Laut dari Jakarta BP Indonesia Raya 1964) dan Pelaut Baghdad, Mochtar berhasil memotivasi orang tua, hingga kalangan orang tua. Hal yang menjadi perbedaan untuk karyanya adalah tulisan yang dibuat menghibur dan mengandung humor.
3. Eka Kurniawan
Eka lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 28 November 1975. Karier penulisannya dimulai dengan cerita pendek berjudul Corat-Coret Di Toilet pada tahun 2000. Banyak sekali karyanya yang sudah diterjemahkan ke bahasa asing. Karena itulah, beliau sampai mendapatkan sejumlah penghargaan, yakni Prince Claus 2018 dari Kerajaan Belanda, Emergencing Voice 2016 di New York, dan World Readers Award di tahun 2019.
Baru-baru ini, Eka ternyata sempat mencuri perhatian karena menolak penghargaan yang diberikan oleh negara. Menurutnya sendiri, penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi harus diseimbangkan dengan nilai budaya Indonesia yang benar-benar menonjol meski di era modern sekarang ini. Beliau juga mengalami jatuh bangun, sempat ditolak oleh tiga penerbit sampai akhirnya memutuskan untuk melakukan publikasi di luar negeri. Kerennya lagi, ia tidak memiliki aturan dalam menulis atau membuat sebuah karya. Puisi-puisinya disatukan untuk menjadi sebuah antologi, seperti Filantropi, Stories Of Laka-Laka, bahkan Cantik Itu Luka yang dijadikan karya untuk musikalisasi.
BACA JUGA: Materi Puisi Esai Singkat, 3 Trik Penjelasan Biar Paham Dengan Singkat
C. Cara Menemukan Gaya Kepenulisan Puisi Sendiri
Berbicara tentang karya sastra, tentunya tidak lepas dari orang yang membuat karya puisi tersebut. Tidak terkecuali bagi para sastrawan yang berhasil menciptakan banyak karya yang tidak kalah keren. Makanya, tidak lah heran jika setiap penyair sudah pasti memiliki cara tersendiri dalam membuat puisi sesuai dengan pikiran dan imajinasinya agar bisa menghasilkan puisi-puisi yang indah.
Karakteristik seorang penulis biasanya dilihat dari segi pilihan kata, gaya bahasa, struktur kalimat per baris juga antara baitnya. Hal tersebut akan mempengaruhi ketertarikan pembaca, maka dari itu membangun gaya penulisan merupakan hal yang penting.
Gaya penulisan merujuk pada cara penulis mengungkapkan pikiran, ide, dan perasaan dalam puisi. Dalam hal ini melibatkan pilihan kata, frasa, struktur kalimat, dan penggunaan gaya bahasa yang mempengaruhi cara tulisan itu dibaca dan diterima oleh pembaca. Ciri khasnya mencerminkan kepribadian dan keunikan penulis, serta dapat mempengaruhi kesan dan pengalaman membaca.
Penting untuk memahami gaya penulisan yang paling sesuai dengan konteks tertentu agar pesan dapat disampaikan dengan efektif. Membangun gaya penulisan yang baik membutuhkan waktu, latihan, dan kesabaran. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kita dalam menemukan gaya penulisan puisi sendiri:
1. Perbanyak Membaca
Bacalah berbagai jenis bahan bacaan, termasuk karya sastra, baik puisi yang lama, baru, kontemporer, ataupun puisi modern. Dengan kegiatan ini, kamu dapat mengetahui dengan berbagai gaya penulisan yang berbeda, yang dapat menginspirasi dalam mengembangkan gaya penulisanmu sendiri.
2. Menulis Secara Teratur
Latihan adalah kunci dalam meningkatkan kemampuan menulis. Sebaiknya jadwalkan waktu khusus setiap hari atau setiap minggu untuk menulis tema yang menarik bagimu, dan cobalah berbagai gaya penulisan. Dalam hal ini semakin sering berlatih menulis, semakin baik gaya penulisan dari kemampuanmu.
BACA JUGA: Materi Konkret Puisi, 5 Hal Ini Harus Dipelajari Penulis Pemula
3. Temukan Minatmu
Maksudnya, setiap penulis memiliki suara unik mereka sendiri. Cobalah seperti eksplorasi berbagai jenis gaya penulisan dan temukan yang paling sesuai dengan kepribadian dan minatmu. Apakah lebih suka gaya penulisan yang formal, informal, lucu, santai, serius, atau mungkin kombinasi dari semuanya? Temukanlah ciri khas dirimu yang unik dan biarkan itu dituangkan dalam puisimu.
4. Memperhatikan Tata Bahasa
Pemahaman yang baik tentang tata bahasa akan membantu kamu menyampaikan pesan dengan jelas. Jika perlu, pelajari tata bahasa yang benar dan perbaiki kesalahan tata bahasa saat menulis puisi. Hal tersebut membantu membentuk gaya penulisan yang baik.
5. Mengedit dan Merevisi
Setelah menyelesaikan puisi, jangan lupa luangkan waktu untuk mengedit dan merevisi. Perbaiki kesalahan tata bahasa, susunan kalimat, dan pastikan informasinya disampaikan terorganisir dengan baik sehingga memungkinkan kamu untuk memperbaiki gaya penulisan, serta membuatnya lebih halus dan konsisten.
D. Analisis Contoh Gaya Kepenulisan
Puisi adalah seni yang meramu beberapa kata dengan indah untuk menyingkap pemikiran, perasaan, dan pengalaman seseorang dalam hidupnya. Adapun analisis puisi di sini adalah kegiatan yang dilakukan untuk membedah dan mengetahui makna yang ada dalam puisi. Tujuan menganalisis puisi adalah mengetahui makna tersirat yang terkandung dalam puisi, serta mengetahui pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis melalui puisi tersebut. Ada beberapa yang harus dianalisis dalam puisi, antara lain:
1.Tema
2.Nada
3.Suasana
4. Amanat
Selanjutnya, langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menganalisis gaya penulisan adalah:
1. Membaca puisi secara menyeluruh
2. Analisis puisi
3. Dengarkan ritme puisi
4. Amati pemecahan atau pemisahan puisi
5. Kenali bentuk puisi yang ada
6. Kenali narator dan pendengar puisi
7. Amati nada dan suasana dalam puisi
8. Lingkari kata-kata yang muncul lebih dari satu kali
9. Kenali gaya bahasa yang digunakan
10. Amati latar puisi
Tags: puisi
5 Cara Menemukan Gaya Kepenulisan dalam Puisi
Kritik Puisi Lirihan Doa – Iris dari Komunitas MLI
Diposting oleh admingapuraLirihan Doa Bermanja pada semesta Angin berdersik mengelabui Suara dengung menggaung Untai harap di jeda napas Kepada Yang Maha Cinta Inikah jawab darimu langit? Akan badai yang kuterima Derap berat sesak Enggan berisik, aku tercekik Cerita jadilah buih Angan pun tak berhak Hari-hari kurajut mimpi Yakin atas pengabulannya Aku menyerah memintamu … Sebab cinta-Nya…
SelengkapnyaLirik Lagu Ateh Ancor Cek Saranah – Asjal Ruwhi Versi Madura
Diposting oleh admingapuraLirik lagu Ateh Ancor Cek Saranah atau Asjal Ruwhi versi Madura yang viral dan trending di TikTok dan YouTube. Oleh karena itu, Lagu ini tentu bikin orang penasaran mengenai apa maknanya sehingga mampu FYP di aplikasi medsos nomor satu TikTok tersebut. Adapun lagu Asjal Ruwhi versi Madura yang populerkan oleh Nizar Ali memiliki makna yang…
SelengkapnyaKritik Puisi Cinta Sepertiga Malam – Kris dari Komunitas Freedom Literacy
Diposting oleh admingapuraCinta Sepertiga Malam Ketika hati ini sudah tertutup untuk jatuh cinta Hati ini berkata tuk jatuh cinta lagi Kau seperti rembulan yg menyinari hariku Aku mencoba berusaha membuka hati ini lagi Hatiku ragu awalnya Aku berpikir apakah mungkin jatuh cinta ? Aku merasakan sesuatu mungkin ini doa seseorang untuk mengetuk pintu hatiku Usahamu yg menaklukkan…
SelengkapnyaMateri Puisi Prosa Meliputi Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Diposting oleh admingapuraA. Puisi Prosa Puisi prosa sendiri merupakan jenis tulisan yang menggunakan gaya bahasa yang biasa atau sehari-hari, tanpa aturan yang ketat mengenai irama, ritme atau rima seperti pada puisi. Dalam prosa penulis memiliki kebebasan untuk mengekspresikan ide dan pikiran mereka tanpa terbatas oleh struktur atau pola tertentu. B. Perbedaan Puisi dan Prosa Perbedaannya bisa dilihat…
SelengkapnyaPuisi Akrostik: Pengertian, Jenis, Contoh
Diposting oleh admingapuraA. Pengertian Puisi Akrostik Puisi akrostik adalah jenis puisi yang menggunakan huruf-huruf awal yang akan diletakkan pada baris awal, tengah, atau akhir dari setiap barisnya untuk membentuk kata atau kalimat tertentu. Huruf-huruf tersebut, ketika dibaca secara vertikal (ke atas taua ke bawah), akan membentuk kata yang memiliki hubungan dengan tema atau pesan yang ingin disampaikan…
SelengkapnyaContoh Tipografi Zig Zag dalam Puisi dan Pengertiannya
Diposting oleh admingapuraGAPURA PUSTAKA – Berikut contoh tipografi Zig Zag dalam puisi lengkap dengan pengertiannya untuk memudahkan penulis dalam memahami cara penulis berdasarkan tipografi serta gaya kepenulisan. Tipografi puisi zig-zag adalah salah satu teknik visual dalam penulisan puisi yang menghadirkan dinamika unik dalam penyampaian makna. Berbeda dengan puisi konvensional yang biasanya tersusun dalam baris lurus, puisi zig-zag…
SelengkapnyaLiving Hadis di Madura: Manifestasi Sunnah Nabi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Bagaimana hadis Nabi tidak hanya dipahami sebagai teks, tetapi benar-benar “hidup” dalam denyut budaya masyarakat? Buku ini mengajak pembaca menelusuri konsep living hadis sebagai fenomena sosial-keagamaan yang tumbuh, bertransformasi, dan berakar kuat dalam tradisi umat Islam. Berangkat dari kajian teoretis tentang pengertian, sejarah, dan pendekatan metodologis living hadis, mulai dari fenomenologi, studi naratif, etnografi, hingga…
Rp 55.000Keli dan Lompat Tali
Lala adalah teman Keli yang ingin membantu Keli bermain lompat tali sampai bisa. Karena hari semakin sore, Ibu menyuruh Keli untuk mandi dan berhenti bermain. Namun, Keli tidak mau, dia masih ingin bermain lompat tali sampai bisa. Apakah Keli berhasil memainkan lompat tali? Apakah Ibu juga berhasil membujuk Keli untuk mandi?
Rp 25.000Cinta Di Balik Awan
Sinopsis Cinta Di Balik Awan Lara, seorang wanita muda yang bekerja sebagai pramugari, selalu merasa nyaman dengan hidupnya yang terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hatinya yang terluka akibat kisah cinta di masa lalu membuatnya menutup diri dari segala bentuk hubungan romantis. Namun, di suatu penerbangan yang seharusnya biasa saja, Lara bertemu dengan…
Rp 110.000 Rp 115.000Coretan Angkasa
Di balik setiap hukum alam, kita tahu bahwa terdapat ayat-ayat Allah dan kita mengenali-Nya dari asma-Nya yang bekerja dengan sempurna. Buku ini mengajak pembaca menelusuri Asma Allah bukan sekadar sebagai hafalan spiritual, tetapi sebagai jendela memahami kehidupan dan semesta. Dari aliran air yang mengikuti prinsip keseimbangan, struktur bumi yang tunduk pada ketelitian ukuran, hingga sistem…
Rp 50.000Asmara Terlarang dalam Sekotak Cokelat
Sinopsis Jantung berdegup menderu di setiap petilasan sang asmara Cinta yang merangkai dansa di bawah lampion kemuning jiwa Tanggalnya pun telah mutlak bercincin merah tinta Dengan sebatang cokelat memuja pujangga Di antara ingar-bingar hari cinta Tak ada sesangka yang sadar akan rasul bermunajah fatwa Manakala nurani tersekat pukat masa
Rp 42.000Syair Cinta Ayanda
Ayah, ingin kuputar memori waktu dan kusingkapkan tirai pemisah diantara kita. Masih terngiang untaian kata bijakmu dan aku terlena manja. Masih tercium bau peluh rindumu dan aku sujud tersedu. Masih terasa genggaman erat tanganmu dan engkau berjalan berburu waktu. (Lilis Sumarni, M. Pd, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat) Ayah, hadirmu bagai pelita dihidupku….
Rp 51.000
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.